Tampilkan postingan dengan label makanan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label makanan. Tampilkan semua postingan

Minggu, 12 Juli 2015

Sehat Berpuasa di Musim Kering Dengan Hidrasi Sehat


Pada tahun ini, musim kering melanda hampir pada beberapa bagian bumi seperti: Korea Utara, California, bahkan di Indonesia seperti di NTB.  yang mengakibatkan kematian di beberapa tempat seperti di India  dan Pakistan. Dengan cuaca yang kering dan panas, kita perlu menjaga agar tubuh tidak kekurangan air. Jika tubuh  kurang cairan, kita dapat mengalami dehidrasi dan menjadi sakit sehingga tidak dapat melakukan aktivitas rutin seperti yang dilakukan ketika sedang sehat. 

Bulan Ramadhan tahun ini jatuh pada bulan Juni pada saat musim kering belum berakhir. Kegiatan makan dan minum yang terbatas pada saat berpuasa mungkin membuat beberapa orang bertanya tanya apakah dapat melakukan ibadah sebanyak banyaknya di bulan Ramadhan  dan tetap sehat. Kita dapat berusaha menjaga kesehatan di bulan Ramadhan dengan pola hidrasi sehat di bulan Ramadhan. Ada beberapa langkah yang harus dilakukan yaitu: memilih jenis makan dan minum yang tepat, menghitung kebutuhan makan dan minum, mengatur aktivitas baik ketika sedang berpuasa dan ketika berbuka puasa serta mengatur jadwal makan dan minum.

Memilih Jenis Makanan dan Minuman

Pilihlah jenis makanan dan minuman yang mengandung banyak cairan seperti sayur, kolak, buah buahan dan lain lain. Untuk menjaga cairan tubuh, utamakan minum air putih dengan suhu tidak terlalu panas dan tidak terlalu dingin. Hindari terlalu banyak teh dan kopi yang mengandung kafein dan memicu penyakit maag pada perut kosong (Silahkan lihat di: http://aqua242.com/). Minum air yang mengandung banyak gula juga perlu dihindari karena dapat meningkatkan gula darah yang meningkatkan resiko obesitas.

Menghitung Kebutuhan Cairan 

Kita perlu memenuhi kebutuhan air dalam tubuh agar proses pencernaan dapat dilakukan dengan baik oleh tubuh. Selain untuk mempermudah proses pencernaan, air juga dibutuhkan tubuh untuk memenuhi kebutuhan cairan tubuh, memproduksi kelenjar keringat dan lendir yang dibutuhkan tubuh, membuang racun  dalam tubuh, menjaga cairan dalam otak untuk meningkatkan konsentrasi, dan lain lain (http://nationalgeographic.co.id/berita/2014/02/manfaat-minum-air-putih-sebelum-makan). Sesuaikan kebutuhan air dengan usia, jenis aktivitas yang dilakukan sehari hari, kondisi iklim setempat, kondisi khusus lainnya seperti dalam masa pengobatan, ibu hamil dan menyusui, dan lain lain. Jika kebutuhan ini tidak mencukupi, kita dapat mengalami kekurangan cairan yang dapat mengganggu kesehatan dan menghambat aktivitas sehari hari. Jadi walaupun kita masih remaja sehat dan kuat, bukan berarti kita tidak perlu menjaga kebutuhan asupan minum. Karena pada beberapa kasus, jumlah remaja yang mengalami gejala dehidrasi lebih banyak dibanding orang dewasa.

Di bawah  ini adalah kebutuhan asupan cairan manusia dalam kondisi normal: 


Kelompok Umur

AKG (2004)


(Liter/hari)
Bayi
0-6 bulan
0.8
(dalam bentuk ASI)
7-12 bulan
1
Anak
1-3 tahun
1.1

4-6 tahun
1.4

7-9 tahun
1.6
Pria
10-12 tahun
1.8

13-15 tahun
2.1

16-18 tahun
2.2

19-29 tahun
2.5

30-49 tahun
2.4

50-64 tahun
2.3

65 + tahun
1.5
Wanita
10-12 tahun
1.9

13-15 tahun
2.1

16-18 tahun
2.1

19-29 tahun
2

30-49 tahun
2

50-64 tahun
2

65 + tahun
1.5

Sumber: Proboprastowo SM, Dwiriani CM.


Dari tabel dapat dilihat, untuk orang dewasa, kebutuhan rata rata air putih adalah 2.1 sampai 2.5 liter dalam sehari, kurang lebih 8 gelas dalam sehari. Jumlah sebanyak itu tentu harus diatur agar dapat dimanfaatkan secara maksimal mengingat waktu untuk makan dan minum saat berbuka puasa terbatas hanya 3 - 4 jam saja. Kita tidak mungkin memenuhi kebutuhan itu dalam satu waktu saja karena kapasitas tubuh juga terbatas untuk menampung dan memproses air putih. Terlalu banyak mengkonsumsi air pada saat berbuka puasa juga dapat menimbulkan rasa kenyang dan perut yang penuh serta terlalu sering buang air kecil. Terlalu sedikit mengkonsumsi air putih pada saat berbuka puasa dapat menyebabkan makanan sulit diserap oleh tubuh. 

Mengatur Aktivitas Selama Bulan Ramadhan

Selama berpuasa, kita perlu menjaga agar pengeluaran cairan dalam tubuh tidak berlebihan dengan cara tidak terlalu lama berada di bawah terik sinar matahari dan mengurangi aktivitas fisik yang cukup berat di siang hari. Gunakan pelindung seperti payung jika kita terpaksa beraktivitas di bawah terik sinar matahari, dan batasi gerakan tubuh agar tidak terlalu banyak mengeluarkan keringat.

Beberapa rangkaian kegiatan yang dilakukan setelah berbuka puasa secara umum adalah: shalat maghrib, membaca Al Quran, bersiap siap untuk shalat tarawih, makan malam, bersiap siap tidur, tidur, bangun untuk shalat malam, bersiap siap sahur, sahur, menunggu waktu imsak, shalat subuh dan mulai melakukan aktivitas rutin sehari hari seperti biasa dalam keadaan berpuasa. Sertakan jadwal makan dan minum dengan tepat di sela sela aktivitas fisik. Dengan cara ini aktivitas fisik dapat dilakukan secara maksimal dan asupan makan dan minum untuk tubuh sudah sesuai dengan kebutuhan.


Salah satu penyebab mengantuk ketika sedang shalat tarawih adalah karena pola makan dan minum yang kurang tepat pada saat berbuka puasa. Gambar diambil dari: bukanarsitek.wordpress.com
 

Mengatur Jadwal Makan dan Minum

Di Indonesia, kita akan melakukan ibadah puasa selama kurang lebih 13-14 jam. Berarti kita tidak makan dan minum selama 13-14 jam dalam keadaan melakukan aktivitas kerja sehari hari, dan dapat melakukan aktivitas makan dan minum selama 10-11 jam. Jika kita tidur selama 6-8 jam, berarti kesempatan untuk makan dan minum dapat dilakukan selama 3-4 jam dalam sehari. Waktu ini juga akan kita gunakan untuk aktivitas lainnya seperti shalat wajib, shalat tarawih, bersilaturahmi saat buka puasa bersama, persiapan menjelang tidur, dan lain lain.
 
Dari sisa waktu yang digunakan untuk makan dan minum selama kurang lebih 3 - 4 jam, kita perlu mengatur kapan kita minum dan makan agar proses pencernaan dapat berjalan dengan baik dan benar. Hal ini dilakukan mengingat tubuh kita memiliki batasan kemampuan dari segi waktu dan kapasitas dalam mencerna makanan. 

Misalnya pada lambung. Lambung membutuhkan waktu sebanyak 3-6 jam untuk mencerna makanan bergantung dari jenis makanan masing masing (https://tuansufi.wordpress.com/2008/08/26/mengenal-lambung/) sebelum masuk ke dalam usus 12 jari dan usus besar. Kita juga tidak dapat makan atau minum dalam jumlah besar sekaligus karena lambung memiliki kapasitas yang terbatas sekitar 1.5 liter sampai 3 liter (http://nurita-cariilmu.blogspot.com/2012/08/lambung_10.html). Begitu juga alat pencernaan lain seperti usus dua belas jari, usus besar, ginjal dan kandung kemih memiliki kapasitas yang terbatas dan membutuhkan waktu untuk mencerna baik makanan dan minuman. Itulah sebabnya mengapa kita perlu merencanakan jadwal makan dan minum agar penyerapan makanan dapat berlangsung dengan baik. 
Gambar dari: www.Dreamstime.com

Kepedulian Aqua Dalam Mencapai Hidrasi Sehat di Bulan Ramadhan

Aqua sebagai perusahaan air mineral yang ada di Indonesia, telah memberikan banyak informasi tentang pentingnya memenuhi kebutuhan cairan terutama di bulan Ramadhan. Informasi ini penting sekali karena masih banyak penduduk di Indonesia yang masih belum memenuhi kebutuhan  minum sehari hari dengan benar. Beberapa di antara mereka bahkan ada yang belum memiliki pengetahuan yang cukup tentang hidrasi sehat.

Secara umum, di Indonesia masih banyak masyarakat yang belum terlalu memperhatikan pentingnya menjaga cairan tubuh agar tidak mengalami dehidrasi. Berdasarkan penelitian yang dibuat oleh The Indonesian Hydration Regional Study (THIRST) mengungkap bahwa 46,1% subyek yang diteliti di Indonesia mengalami kurang air atau hipovolemia (kondisi kekurangan cairan) ringan. Kejadian ini lebih tinggi pada remaja (49,5%) dibandingkan pada orang dewasa (42,5%). THIRST juga mengungkap bahwa prevalensi hipovolemia ringan pada daerah dataran rendah yang panas lebih tinggi dibandingkan dengan di dataran tinggi yang sejuk. THIRST dilakukan dengan pemeriksaan berat jenis urin (urine specific gravity) terhadap 1.200 sampel di Jakarta, Lembang, Surabaya, Malang, Makasar, dan Malino.

Pola Minum 2+4+2 Yang Dianjurkan Oleh Aqua


Aqua juga memberikan solusi praktis yang dapat diterapkan untuk orang dewasa normal yang sedang menjalankan ibadah puasa. Dengan metoda 2+4+2 Aqua memberikan jadwal minum air putih saat sedang berbuka puasa. Caranya adalah dengan minum 1 gelas air putih ketika berbuka puasa, dilanjutkan dengan menikmati hidangan tajil dan menutup acara makan tajil dengan minum segelas air putih. Acara minum air putih dilanjutkan sebelum makan malam sebanyak 1 gelas, sehabis makan 2 gelas dan menjelang tidur 1 gelas. Setelah bangun sebelum melakukan sahur kita dapat minum 1 gelas air dan menutup acara makan sahur dengan minum segelas air. Untuk lebih lengkapnya silahkan lihat di: http://www.aqua242.com/ dan di : https://www.facebook.com/SehatAQUA

Gambar dari lbbonline.com

Jadwal minum yang dianjurkan oleh Aqua ini cukup mudah dilakukan oleh setiap orang. Minum air putih sebelum makan akan membantu sistem pencernaan dan ginjal. Di samping itu minum air putih dapat mengurangi rasa lapar akibat menahan makan dan minum di siang hari sehingga kita tidak langsung makan dalam jumlah banyak. Makan dalam jumlah banyak dalam waktu yang singkat setelah berpuasa bisa juga mengganggu proses pencernaan dan meyebabkan sakit perut. Setelah minum, baru kita dapat menikmati hidangan berbuka seperti kolak, bubur sumsum, dan hidangan manis lainnya. Hidangan manis ini mengandung banyak energi yang dapat kita manfaatkan untuk melakukan aktivitas ibadah shalat Maghrib dan membaca Al Quran, serta bersiap siap shalat isya dan tarawih. Setelah tarawih kita dapat mengisi perut dengan hidangan makan malam. Jangan lupa untuk minum segelas air putih sebelum makan dan sesudah makan untuk menjaga agar proses pencernaan dilakukan dengan baik. Ini juga berguna agar kita tidak makan berlebihan yang dapat mengakibatkan kegemukan. Setelah makan malam, tentu kita tidak langsung tidur dan dapat melakukan kegiatan lain seperti membaca, berkumpul dengan keluarga, membaca Al Quran, dan lain lain. Kita dapat minum 2 gelas air putih di sela-sela kegiatan tersebut atau sebelum tidur. Kegiatan minum air putih ini dilanjutkan kembali sebanyak 1 gelas sebelum makan sahur dan 1 gelas sesudah makan sahur. 

Beberapa Kiat Lain Yang Dapat Diterapkan

Lakukan kegiatan minum air putih pola 2+4+2 ini dengan santai, tapi tetap sesuai jadwal. Kalau tidak mampu minum satu gelas dengan langsung, kita dapat minum sedikit demi sedikit dalam jangka waktu yang lebih lama, tapi lebih sering. Jangan lupa untuk minum dengan tertib dan tidak terburu buru. Duduklah dalam keadaan santai dan minumlah air putih sedikit demi sedikit, kurang lebih 3 teguk untuk satu kali mengambil nafas. 
Gambar dari: http://www.cliparthut.com/cartoon-drinking-water-clip-art-clipart-4I99Kd.html
Periksa kembali kondisi tubuh kita setelah menerapkan pola minum 2+4+2 sebelum dan ketika sedang berpuasa, apakah bertambah sehat, stabil atau mengalami penurunan. Ada beberapa gejala fisik yang menunjukkan kita masih membutuhkan lebih banyak air seperti bibir yang kering, badan yang mudah lelah, serta warna urin yang tidak normal. Bibir kering adalah salah satu tanda tubuh kita masih membutuhkan air, begitu juga dengan badan yang mudah lelah dan sulit berkonsentrasi.
Kita perlu juga memeriksa kondisi tubuh ketika melakukan proses pengeluaran urine. Urine yang berwarna jernih dan dikeluarkan tanpa rasa sakit adalah salah satu tanda badan kita telah melakukan proses pengeluaran secara normal. Warna kuning dan agak gelap menandakan proses pengeluaran kurang lancar.  Sesuaikan kembali jumlah air putih yang dikonsumsi jika hal ini terjadi. Jika kondisi tubuh masih terasa tidak normal, kita dapat menyesuaikan kembali pola makan dan minum kita serta berkonsultasi kepada dokter atau ahli gizi dan nutrisi yang sesuai.

Ada beberapa kasus khusus yang membutuhkan penanganan khusus dari ahli nutrisi dan dokter seperti orang yang dalam proses pengobatan, atlit dan pekerja dengan aktivitas fisik yang tinggi seperti petani dan kuli bangunan, juga untuk ibu hamil dan menyusui. Ibu menyusui perlu menyesuaikan jadwal aktivitas selama berpuasa, jadwal makan dan minum ketika sudah berbuka puasa, serta jadwal menyusui bayi yang tepat. 

Testimoni Pribadi

Sebagai ibu rumah tangga yang sibuk di rumah dan masih menyusui, saya memiliki banyak ketakutan dan keraguan ketika menyongsong bulan Ramadhan yang berlangsung di musim kering ini. Mampukah saya melakukan ibadah di bulan ini dengan keterbatasan yang saya miliki? Namun Alhamdulillah sampai hari ini, hari ke 26 saya masih diberikan kesempatan untuk berpuasa tanpa ada keluhan atau penurunan kondisi. Salah satu usaha lahiriah yang saya lakukan adalah dengan mengatur pola makan dan minum sehat selama Ramadhan seperti yang dianjurkan oleh Aqua.  Semoga kita semua diberi kesehatan dan kemampuan untuk menjalani bulan Ramadhan ini dengan baik.

Sumber: 
  • Beberapa artikel dari Aqua242.com
  • Complete Family Nutrition, Dorling Kindersley Book 
  • Why We Need Water And Fiber, Angela Royston
  • Beberapa link dari internet yang telah disebutkan di atas

Senin, 16 Desember 2013

Betulkah kita kekurangan makanan? atau kita terlalu banyak membuang makanan??

Sedih rasanya kalau membaca berita tentang daerah yang rawan pangan atau daerah yang terkena bencana kekeringan sehingga kekurangan air. Benarkah sumber pangan sudah mulai berkurang atau kita yang belum pandai memanfaatkan sumber daya tersebut? Beberapa artikel menyebutkan di beberapa tempat manusia belum pandai mengelola sumber pangan sehingga banyak makanan yang terbuang seperti di: 


http://nationalgeographic.co.id/berita/2013/11/sepertiga-makanan-di-dunia-terbuang-percuma

Sepertiga Makanan di Dunia Terbuang Percuma

Secara teori seperempat dari yang terbuang itu bisa memberi makan 842 juta orang kelaparan di dunia.
Ternyata, banyak bahan makanan yang dibuang percuma.
Data statistik berikut sangat mencengangkan dan membuat kita akan sayang untuk membuang makanan.
  • Per tahun diperkirakan sebanyak empat miliar ton makanan dibuat. Sepertiganya akan terbuang percuma.
  • Secara teori seperempat dari yang terbuang itu bisa memberi makan 842 juta orang kelaparan di dunia.
  • Setiap tahun, konsumen di negara-negara kaya membuang 222 juta ton makanan yang sebenarnya bisa memberi makan satu Benua Afrika.
  • Produksi makanan yang kemudian terbuang itu menghabiskan 250 kubik kilometer air yang setara dengan air di 4.5 miliar bak mandi.
  • Sebanyak 28% ladang gandum akan terbuang percuma sebab gandumnya tidak dimakan sama sekali.
  • Di Republik Rakyat Cina sebanyak 45% produksi beras akan terbuang percuma. Di Vietnam adalah 80%. Secara keseluruhan di Asia Tenggara akan hilang 118 juta ton beras karena tranpsportasi buruk dan penyimpanan yang tidak baik.
  • Di Jerman diperkirakan antara 11-20 juta ton makanan terbuang percuma. Sebanyak 43.3% yang terbuang adalah sayuran, dan 15.1% adalah roti-rotian. Rata-rata per orang di Jerman membuang makanan seberat empat kilogram/tahun.
  • Di negara-negara berkembang, makanan hilang pada tahap awal yakni ketika memanen hasil yang ditanam, ditambah lagi infrastruktur yang buruk.
  • Di Amerika Serikat, sebanyak 30% semua makanan yang senilai US$48.3 miliar.
Terbuangnya makanan secara percuma ini juga menyeret faktor lain seperti air, tanah dan energi yang membantu terciptanya makanan tersebut. Tak hanya itu, karena percuma maka kontribusi akan emisi gas buangnya juga malah merugikan kita.
(M Takdir. Sumber: intisari-online.com)

Beberapa tulisan di atas serupa dengan tulisan di sini: 

http://www.apasih.com/2011/05/taukahkamu-makanan-yang-terbuang-di.html

Peneliti dari Swedish Institute for Food and Biotechnology (SIK) for Save Food! melakukan studi dengan menghasilkan beberapa penemuan penting, seperti dikutip dari FAO.org :


  1. Negara maju dan berkembang kira-kira membuang makanan dalam jumlah yang sama yaitu masing-masing 670 dan 630 juta ton.
  2. Setiap tahun, sampah makanan dari negara-negara kaya sebanyak 222 juta ton, jumlah ini mirip dengan produksi pangan di negara Afrika sub-Sahara yaitu sebesar 230 juta ton.
  3. Jenis makanan yang paling sering terbuang adalah buah, sayuran serta makanan umbi-umbian.
  4. Jumlah makanan yang hilang atau terbuang setiap tahunnya setara dengan lebih dari setengah hasil panen sereal di dunia (2,3 miliar ton di tahun 2009/2010).

Limbah makanan oleh konsumen di negara Eropa dan Amerika Utara sekitar 95-115 kg per tahun, sedangkan di negara Afrika sub-Sahara, Asia Selatan dan Tenggara sekitar 6-11 kg per tahun.

Diketahui jumlah produksi pangan per kapita untuk masyarakat di negara kaya sekitar 900 kg per tahun, jumlah ini hampir dua kali lipat dibanding produksi di negara miskin yaitu sekitar 460 kg per tahun.

Solusi yang diberikan oleh peneliti adalah mengurangi ketergantungan pada pengecer sehingga bisa membantu mengurangi sisa makanan yang terbuang serta menyarankan untuk menjual produk pertanian langsung ke konsumen.

Sedangkan untuk negara berkembang kuncinya terletak pada memperkuat rantai suplai makanan, mendorong investasi di bidang infrastruktur dan transportasi serta meningkatkan perhatian terhadap proses pengolahan, penyimpanan dan kemasan.

Konsumen juga diminta mengubah pola berbelanjanya agar tidak membeli makanan melebihi kebutuhannya sehingga tidak membuang makanan tersebut akibat melewati batas kadaluarsanya.



Di Inggris ada yang telah melakukan penelitian tentang makanan seperti: 

http://www.bbc.co.uk/indonesia/blogs/2013/10/131024_blog_makananterbuang.shtml

(sayang tidak disebutkan siapa nara sumber aslinya)

Saya mulai perhatikan jumlah makanan yang terpaksa dibuang ini setelah jaringan supermarket Tesco mengungkapkan bahwa mereka mencatat hampir 30.000 ton makanan terbuang pada enam bulan pertama tahun 2013.
Dari jumlah makanan yang terbuang sebanyak itu, 21% di antaranya adalah buah-buahan, sayuran serta 41% produk roti.
Dengan menggunakan data supermarket itu sendiri, Tesco juga memperkirakan di seputar industri makanan di Inggris secara keseluruhan, 68% salad yang dijual dalam bungkus plastik terbuang, 35% di antara oleh konsumen.

Konon setelah ada promosi bahan makanan murah di supermarket, masyarakat banyak berbondong bondong membeli  tapi kemungkinan besar mereka tak dapat menghabiskannya sehingga makanan ini berakhir di dalam tong sampah.

Jumlah makanan yang terbuang ini didapat dengan mendata 25 produk makanan yang paling laku dan informasi itu digabungkan dengan data badan pemerintah yang menangani pengurangan sampah, Waste and Resources Action Programme (WRAP).

informasi itu bisa juga didapat di sini:
http://food.detik.com/read/2013/12/12/184849/2440708/297/beli-buah-dan-sayur-cacat-bisa-kurangi-jumlah-makanan-terbuang


Seperti dikabarkan BBC (12/12/2013), Matt Simister selaku Direktur Persediaan Makanan Tesco mengatakan, “Konsumen di Inggris berkontribusi pada masalah limbah makanan karena mereka hanya memilih buah atau sayur yang sempurna.”

Menurut Simister, konsumen di Inggris tidak bersedia membeli buah atau sayur yang cacat. “Mereka memilih produk yang sempurna, tidak seperti konsumen di Eropa Tengah dan Timur,” jelasnya.

Untuk mengatasi hal ini, Tesco sebagai salah satu jaringan swalayan terbesar di Inggris bisa melakukan sesuatu. Bersama Sub-komite Pertanian House of Lord’s European Union, Simister mencari cara agar konsumen di Inggris mau membeli buah atau sayur yang sudah tua, jelek, atau cacat.

Tesco akan menempatkan lebih banyak produk cacat dalam rak penjualan dengan harga yang lebih murah. “Selama ini kami menempatkan produk kelas satu di Inggris dan kelas dua di pasar makanan Eropa Tengah dan Timur. Kini Tesco mempertimbangkan untuk memasukkan wortel cacat ke dalam sirkulasi penjualan di Inggris,” ujar Simister.

Tesco melaporkan, selama enam bulan pertama di tahun 2013 pihaknya membuang hampir 30 ribu ton limbah makanan. Sebanyak 21 persen terdiri dari buah dan sayur, sedangkan 41 persen merupakan roti.

Dari artikel di atas terlihat masalah pemubaziran makanan ini terjadi di level daerah dan di dalam rumah sehingga perlu dilakukan perbaikan dari skala pemerintah hingga pada masing masing individunya. Peranan pemerintah cukup besar untuk dapat menghentikan pemubaziran makanan ini mulai dari kebijakan kebijakan pemerintah pada masalah distribusi, penyimpanan logistik, transportasi dll. Sementara dari pihak swasta seperti supermarket dan toko mungkin dapat mulai dari memisahkan bahan makanan yang masih segar dengan makanan yang sudah cacat atau sudah hampir kedaluarsa dan mengurus seluruh bahan makanan tersebut dengan berbagai cara entah dengan menjualnya dengan harga murah pada konsumen atau mendonasikannya pada rumah yatim, dll. Dari pihak individu kita harus cermat memilih makanan dan mengatur pengelolaan makanan pada diri kita sendiri dan keluarga. 

 Seperti saran di bawah ini: 
http://www.radioaustralia.net.au/indonesian/learn-english/features/dibuang-sayang-tips-untuk-mengurangi-makanan-terbuang-siasia

Dengarkan audio untuk mengikuti obrolan David Baker dengan wartawan ABC, Michael McKenzie, mengenai makanan yang terbuang sia-sia di Australia.
Berikut ini beberapa saran David dan Michael untuk meminimalkan bahan makanan yang terbuang :
- rencanakan menu supaya tahu apa saja yang akan dibeli dan seberapa banyak jumlahnya
- bawa daftar belanja dan kantong sendiri kalau pergi berbelanja, untuk menghindari membeli bahan makanan yang tidak benar-benar dibutuhkan
- pelajari bagaimana cara menggunakan lagi sisa makanan, misalnya dengan mengolahnya lagi menjadi makanan lain
- bilamana mengundang orang makan di rumah, persilakan mereka mengambil sendiri makanan, untuk meminimalkan sisa makanan yang tidak bisa digunakan kembali
- berikan sisa makanan kepada hewan piaraan, kalau memungkinkan

 Ada juga beberapa yang sudah mulai sadar masalah pembuagan makanan dan berbuat sesuatu seperti: 

http://ariesha8187.blogspot.com/2013/03/orang-terpelajar-makan-makanan-terbuang.html

Jangan andaikan kenyataan ini 100% benar tapi ia memang hampir-hampir benar kerana Rafael Fellmer dan keluarganya dari Jerman hidup tanpa menggunakan duit dan jika mereka tiada pilihan lain kecuali menggunakan duit barulah duit akan digunakan.

Rafael dan keluarganya boleh dikatakan hidup secara sederhana dengan mendapatkan bekalan makanan daripada bahagian buangan sebuah pasaraya organik. Manakala untuk mendapatkan keperluan lain sistem barter akan digunakan.
Kalau dilihat dari foto makanannya, sepertinya makanan tersebut belum ada yang busuk atau berjamur, masih layak makan. (sumber foto dari http://en.forwardtherevolution.net/)

Ada juga yang sudah dapat memanfaatkan makanan yang terbuang dalam skala lebih besar seperti: 


http://www.hmetro.com.my/myMetro/articles/Sisabuanganadanilai/Article/index_html
Pernahkah terfikir menggunakan semula sisa makanan terbuang seperti roti yang luput tarikh, minyak masak terpakai, kerisik kelapa, organ ikan induk terbuang dan pucuk ubi tua?
Ramai tidak tahu sisa makanan terbuang berpotensi untuk dikitar semula bagi menghasilkan produk makanan ikan. Inilah yang dilakukan penternak ikan keli, Ibrahim Ahmad, 51, yang menggunakan sisa makanan terbuang untuk dikitar semula menjadi pelet ikan.